Ethical Hacker: Profesi Underrated yang Paling Dibutuhkan di Tengah Ketidakamanan Dunia Digital
Pemberdayaan Generasi Muda

Ethical Hacker: Profesi Underrated yang Paling Dibutuhkan di Tengah Ketidakamanan Dunia Digital

Adira Putri Aliffa4 views

Seorang hacker tidak selalu jahat, terdapat juga hacker baik hati bernama ethical hacker atau white hat hacker yang jadi profesi paling dibutuhkan di era digitalisasi ini.

Masalah kebocoran data, serangan siber, khususnya ransomware bisa terjadi kapan saja dan menyasar beberapa perusahaan. Dilansir dari laman Universitas Sandiego, serangan ransomware telah meningkat sebesar 13% dalam lima tahun terakhir dengan biaya rata-rata $1,85 juta per insiden. Pada tahun 2031, statistik memprediksi akan terjadi serangan ransomware setiap dua detik. Lalu, sekitar 62% dari insiden yang bermotivasi finansial melibatkan ransomware atau pemerasan memiliki kerugian rata-rata sebesar $46.000 per pelanggaran. Sedangkan, di Indonesia sendiri, pada tahun 2022, terdapat lonjakan serangan ransomware sebesar 38% dibanding tahun sebelumnya yang tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga UMKM dan instansi pemerintah dengan modus penyanderaan data serta permintaan tebusan uang berbentuk cryptocurrency. 

Di balik masalah tersebut, terdapat satu profesi yang jarang dilihat, tetapi perannya justru berpengaruh besar dalam mencegah masalah tersebut. Nama profesi ini, yakni ethical hacker, seorang profesional yang dapat dibilang sebagai hacker protagonis dengan sifat baik hati. Mungkin sebelumnya, beberapa orang hanya mengenal istilah black hat hacker yang melakukan serangan dalam hal negatif dan grey hat hacker yang melakukan serangan secara abu-abu (terkadang positif dan negatif). Padahal sebenarnya ada juga white hat hacker atau ethical hacker yang memiliki peran hampir sama dengan hacker pada umumnya, tetapi ada beberapa hal yang membedakan, yakni izin, tujuan, dan pelaporan. Ethical hacker bertugas melakukan simulasi penyerangan yang berguna untuk menguji sistem keamanan dari sebuah perusahaan atau instansi, lalu memberikan saran perbaikan agar keamanan lebih kuat dalam konteks positif dan bermanfaat. Sebelum memulai aksinya, ethical hacker harus mendapatkan izin dari perusahaan yang mereka retas untuk menentukan ruang lingkup peretasan, jadwal peretasan, metode, serta sistem atau aset yang ingin diuji. 

Selain itu, aksi ethical hacker di sini tidak menimbulkan kerugian apapun. Dikarenakan selalu berpegang pada kode etik profesional, ethical hacker sudah dipastikan tidak akan berbuat kerusakan, melakukan pencurian data, maupun melakukan hal-hal yang menguntungkan diri sendiri. Mereka selalu bekerja sesuai batasan hukum yang jelas. Itulah mengapa untuk meningkatkan kredibilitasnya, terdapat beberapa sertifikasi, salah satunya Certified Ethical Hacker yang diberikan oleh EC-Council, sebuah badan sertifikasi keamanan siber internasional. CEH ini merupakan salah satu sertifikasi peretasan etis yang paling diakui secara luas. Certified Ethical hacker ini memiliki beberapa layanan yang ditawarkan seperti pengujian penetrasi (pengintaian, perencanaan serangan, dan pelaporan), penilaian kerentanan sistem, analisis malware, dan manajemen risiko. 

Sehubungan dengan besarnya tanggung jawab, seorang ethical hacker memiliki gaji tahunan yang cukup besar secara global. Rentang gaji profesi ini sekitar 96 ribu dolar sampai dengan 174 ribu dolar per tahun atau setara dengan 1 miliar sampai 3 miliar rupiah per tahun. Sedangkan, di Indonesia sendiri sekitar 60 juta sampai ratusan juta pertahun tergantung pengalaman dan kemampuan. Kabar baiknya lagi, profesi ethical hacker ini sangat cocok untuk orang-orang yang tertarik dengan tantangan. Hal ini dikarenakan dengan semakin banyaknya ancaman digital yang terus berevolusi, skill yang perlu diperbarui, dan tanggung jawab dengan beberapa risiko tinggi. Untuk siapapun yang menyukai aktivitas pemecahan masalah kompleks, tertarik dengan cara kerja sebuah sistem, dan ingin berdampak nyata dalam jangka panjang, profesi ini dapat menjadi pilihan yang tepat. Terlebih lagi seorang ethical hacker ini sangat dicari dan dibutuhkan oleh banyak industri. Bahkan, di Indonesia pun masih kekurangan ahli dalam bidang ini, sehingga pintu peluang sangat terbuka lebar. Belum banyak yang menyadari bahwa profesi langka dan underrated ini ibarat pintu kebaikan yang memberikan perlindungan sekaligus perubahan baik bagi masa depan dunia digital. Apakah kamu tertarik untuk menjadi salah satu dari pahlawan di dunia digital ini? 

Share this article