Sebelum terjebak oleh penipuan berupa penyebaran link dari pihak asing, sebaiknya kenali dulu ciri keasliannya dan lakukan cara-cara di bawah ini tanpa harus mengklik link tersebut.
Tidak semua yang dibagikan di media sosial harus selalu dipercaya. Salah satunya link-link dengan kedok mengatasnamakan perusahaan resmi atau pengiriman hadiah yang fantastis. Beberapa orang pasti pernah menerima pesan dari sebuah nomor asing yang memberikan kabar baik dengan menyertakan link. Misalnya: “selamat anda berhasil memenangkan hadiah 100 juta dan satu buah mobil. Silahkan klik link berikut untuk keperluan administrasi”, sebuah pesan yang justru menjadi bahaya jika kamu mengklik link tersebut tanpa verifikasi terlebih dahulu. Keberadaan link-link ini masih menjadi salah satu cara termudah untuk menipu banyak orang. Motivasi kejahatan di balik link-link ini pun sangat jelas dan terorganisir. Seringkali link disebarkan melalui platform yang banyak digunakan oleh sebagian besar orang. Beberapa di antaranya platform WhatsApp, Telegram, Email, atau DM Instagram yang menjebak penerima untuk memberikan data-data pribadi.
Contoh nyata dari link-link palsu ini dapat berupa link pemberian dana kaget palsu. Modus penyebaran link penipuan ini meniru program bagi-bagi hadiah yang seringkali diminati banyak orang. Pelaku biasanya mengaku dari suatu perusahaan atau penyelenggara resmi. Lalu menyebarkan link yang sengaja dibuat untuk memudahkan pengumpulan data pribadi penerima hadiah. Padahal sebenarnya, hadiah yang diberikan tidak ada sama sekali. Selain itu, terdapat juga penyebaran link dengan modus paket tertahan. Penipuan ini biasanya dikirim melalui pesan WhatsApp dan mengaku dari ekspedisi pengiriman. Korban akan diminta mengisi link untuk membayar tagihan atau pengisian data-data pribadi yang berisiko disalahgunakan. Tidak hanya itu, ada juga link-link yang tidak menimbulkan kerugian finansial, tetapi memberikan kerugian digital seperti serangan virus atau pencurian data digital secara masif.
Sebenarnya link palsu ini dapat diidentifikasi dengan mengenali beberapa cirinya sebagai scanning awal. Ciri pertama, menggunakan plesetan nama resmi yang seringkali dipercaya publik misalnya bank BRI, link dibuat dengan menyertakan nama tersebut, tetapi domainnya tidak resmi. Ciri kedua, menggunakan domain yang aneh jika dibaca pertama kali dan terkesan dibuat-buat. Ciri ketiga, pemendekan tautan tanpa konteks yang jelas karena biasanya penipu dengan link panjang memanfaatkan hal ini agar link terlihat kredibel dan terpercaya. Jika ciri-ciri tadi belum cukup kuat untuk mengidentifikasi kepalsuan, terdapat beberapa cara untuk mengecek keaslian tanpa perlu diklik. Cara-cara ini jarang dibagikan, jadi pahami secara detail ya.
Cara pertama, menahan sentuhan pada link dan mengarahkan kursor. Jika kamu menggunakan laptop atau komputer, kamu bisa mengarahkan kursor ke tautan tanpa mengklik untuk menampilkan alamat tujuan sebenarnya. Jika kamu menggunakan ponsel, kamu bisa menekan dan menahan tautan hingga pratinjau URL muncul. Namun, jangan pilih menu untuk membukanya agar tetap aman dan terlindungi. Cara ini menjadi cara paling praktis, gratis, dan dapat langsung kamu coba.
Cara kedua, menambah tanda (+) pada link khusus berupa bit.ly di akhir link tersebut. Cara ini menjadi cara resmi yang sengaja diberitahu oleh perusahaan penyedia link ini. Contoh pengaplikasiannya, yakni dari link bit.ly/safenusa menjadi bit.ly/safenusa+. Nantinya, trik ini akan membuka halaman pratinjau resmi dari yang menunjukkan URL tujuan sebenarnya, tanpa mengarahkanmu ke halaman aslinya.
Cara ketiga, cek lewat Google Safe Browsing. Fitur ini bawaan resmi dari Google untuk mengidentifikasi link berbahaya dan mencurigakan. Kamu bisa membuka Transparency Report Google, salin URL yang ingin dicek, tempelkan ke kolom pencarian, lalu Google akan menampilkan status keamanan website. Google akan memberi tahu apakah link tersebut terindikasi phishing, berisi virus berbahaya, atau mengandung malware. Layanan ini gratis dan bisa digunakan oleh semua pengguna tanpa harus berlangganan apapun. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan fitur dari Chrome untuk pemindaian otomatis. Kamu bisa mengaktifkan fitur Enhanced Safe Browsing (Settings → Privacy and Security → Safe Browsing → Enhanced Protection). Nantinya, Chrome akan memberi peringatan secara langsung untuk memberitahu jika ada file ata situs yang mencurigakan.
Cara keempat, analisis secara detail di laman VirusTotal. Laman tersebut dibuat secara resmi dan terpercaya untuk menganalisis banyaknya file dan link mencurigakan. Caranya pun sangat mudah karena kamu hanya perlu menempelkan link mencurigakan pada laman tersebut lalu sistem akan menganalisis secara mendalam. Sistem akan memberitahu apakah link tersebut aman, penipuan, atau berisi virus dan keterangan lainnya. Dari cara-cara tadi, pilihlah cara yang paling mudah dan praktis tergantung dengan kebutuhan dan seberapa mencurigakan link tersebut.
Share this article

