Wajib Ditonton! 3 Film Sandwich Generation dan Jalan Keluar dari Kerumitan Finansial
Hiburan

Wajib Ditonton! 3 Film Sandwich Generation dan Jalan Keluar dari Kerumitan Finansial

Yuan Adelintang Kurniadita10 kali dilihat

Wawasan tentang finansial bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk dari film yang ditonton. Jika kamu seorang sandwich generation, maka film di bawah ini akan menuntunmu keluar dari kerumitan finansial.

Memilih tontonan yang mengedukasi adalah salah satu cara meningkatkan kualitas hidup. Tidak dipungkiri, jalan keluar dari persoalan hidup dapat diperoleh dari menonton sebuah film. Alur cerita dalam sebuah film dapat berdasarkan kisah nyata atau fenomena yang terjadi di masyarakat, begitu juga sebaliknya. Banyak pelajaran berharga yang dapat dijadikan refleksi diri, motivasi, bahkan solusi atas persamaan kondisi yang dialami dengan tokoh di dalam film. Itulah alasan mengapa memilih film yang sarat makna menjadi pilihan bagus.

Di tengah popularitas film horor dan komedi di Indonesia, ada realitas sosial menarik yang diangkat ke layar lebar. Realitas sosial tersebut adalah sandwich generation dengan berbagai tanggung jawab dan beban finansial. Banyak pembelajaran hidup yang dipetik dari alur cerita tentang peran berlapis dari generasi sandwich, yaitu peran untuk orang tua, anak, atau bahkan kakek neneknya.

Dengan peran berlapis tersebut, seseorang akan mengalami gejolak emosional untuk terus bertahan hidup dengan segala kerumitan finansial. Pendapatannya harus dibagi untuk anggota keluarga yang ditanggungnya. Pergolakan kisah hidup para tokoh dari berbagai film fenomenal di bawah ini wajib ditonton.

Home Sweet Loan (2024)

Film produksi Visinema Pictures ini mampu mencuri perhatian. Film adaptasi novel best seller karya Almira Bestari ini tayang perdana pada 26 September 2024. Perjuangan Kaluna (diperankan Yunita Siregar) sangat complicated pada filmHome Sweet Loan. Si bungsu yang dipaksa kuat menjadi seorang sandwich generation ini menanggung hidup orang tua dan kakak-kakaknya.

Berbekal gaji bulanan dari pekerjaannya sebagai pegawai kantoran, bagaimana Kaluna bertahan hidup? Awalnya, ia masih tinggal di rumah orang tuanya yang terisi penuh oleh orang tuanya, dua kakak, dua kakak ipar, dan keponakannya. Kondisi ini membuatnya bermimpi ingin punya rumah sendiri dan hidup mandiri sebagai orang sukses. Gajinya yang kecil tak membuatnya putus asa, meski harus mengerem pengeluaran, mencari kerja sampingan, dan mengajukan pinjaman kantor. Ia bersama teman-temannya mencari rumah impian dengan harga terjangkau.

Impiannya terhambat karena kondisi finansial orang tua dan kakak-kakaknya. Semua ini disebabkan oleh sebuah masalah yang baru terungkap. Rumah orang tuanya masih rumah warisan milik keluarga besar, penghasilan kakaknya tidak stabil, lilitan utang, dan hal buruk lainnya. Kaluna dilema. Ia ingin memperjuangkan mimpinya, namun tidak mungkin cuek dengan masalah finansial keluarga.

Bagaimana Kaluna memecahkan kerumitan ini? Tekanan finansial mulai terurai dengan beragam strategi keuangan yang dilakukannya. Ia disiplin menabung dari gaji UMR-nya, menyusun skala prioritas kebutuhan, membuat perencanaan keuangan, dan target tabungan beli rumah. Semua ini sesuai dengan strategi keuangan yang sehat.

Perencanaan keuangan adalah dasar pengelolaan keuangan. Keputusannya membeli rumah sebagai aset masa depan adalah upaya investasi. Satu hal lagi, Kaluna berhasil menerapkan batasan dalam membantu keuangan keluarganya, mengingat kakaknya juga harus berperan dan tidak hanya mengandalkannya.

Sepakat dengan prinsip dan keputusan Kaluna? Film yang terkenal dengan #AkuKaluna ini membantu Kaluna lain di luar sana untuk terus semangat dan berjuang untuk impiannya.

Gampang Cuan (2023)

Bagaimana jadinya jika peruntungan dalam hidup tak kunjung datang? Niatnya ingin mengubah nasib, tetapi realitanya jauh dari ekspektasi. Inilah yang terjadi pada Sultan (diperankan Vino G. Bastian) dalam film Gampang Cuan. Sultan adalah seorang anak sulung yang merantau ke Jakarta dan mencari pekerjaan untuk menghidupi ibu dan dua adiknya di kampung. Sayangnya, ia memilih berbohong bahwa dirinya sudah sukses, sementara realitanya adalah seorang tukang parkir.

Kebohongannya bahwa sudah mapan, membuat Bilqis (adiknya, diperankan Anya Geraldine) sangat tertarik mencoba peruntungan yang sama demi keluarga. Bilqis akhirnya mengetahui fakta pekerjaan kakaknya dan sempat kecewa. Kedatangan Bilqis juga membawa kabar bahwa ayahnya yang sudah meninggal ternyata mempunyai utang Rp300 juta.

Mereka berdua harus melunasi utang tersebut agar rumah tidak disita. Beban finansial berlanjut ketika Aji (adik laki-lakinya, diperankan Alzi Markers) merengek ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi. Di sisi lain, mereka memikirkan cara agar ibunya (diperankan Meriam Bellina) tidak mengetahui kebohongan tentang pekerjaan mereka. Ini semua agar ibunya tidak stres dan tidak memperburuk kondisi jantungnya.

Sultan dan Bilqis rela melakukan berbagai pekerjaan dan berinvestasi saham. Awalnya, investasinya berhasil karena nilai saham terus naik dan memperoleh keuntungan hampir dua kali lipat dari modal awal. Dikira akan terus untung, semua modal diinvestasikan dan ternyata nilainya anjlok. Mereka pun merugi. Masalahnya, modal investasi berasal dari pinjaman rentenir.

Pelan-pelan mereka bangkit dan melanjutkan berinvestasi. Keuntungan berpihak pada mereka dan semua utang berhasil dilunasi. Keputusan yang “gila” ini dilakukan karena kondisi terdesak dan minim literasi finansial saat berinvestasi. Hindari menggunakan modal investasi dari uang pinjaman, terlebih rentenir yang bunganya sangat tinggi dan terus bertambah. Jangan habiskan seluruh modal untuk menuruti ambisi.

Cinta Pertama, Kedua & Ketiga (2021)

Perjalanan dua remaja dalam memperjuangkan kebahagiaan keluarga dapat ditonton dalam film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga. Raja (diperankan Angga Yunanda) bertemu dengan Asia (diperankan Putri Marino. Raja adalah anak bungsu yang sibuk merawat ayahnya (Dewa, diperankan Slamet Rahardjo) dan Asia adalah anak tunggal yang berjuang untuk merawat dan membahagiakan ibunya (Linda, diperankan Ira Wibowo). Keduanya kebetulan mempunyai kisah sandwich generation.

Siapa sangka, ternyata kedua orang tua mereka bertemu dan memutuskan untuk menikah. Di sisi lain, Raja dan Asia telah jatuh cinta, sehingga kompak menyembunyikan perasaan demi kebahagiaan orang tua mereka. Konflik semakin rumit saat ada persoalan finansial. Di samping membiayai nenek Raja yang mengalami Alzheimer, ayah Raja (Dewa) mempunyai tanggungan lebih banyak yaitu Linda dan Aisa. Kakak-kakak Raja mulai menyudutkan Linda dan Aisa.

Kondisi semakin terpuruk saat Dewa terkena penipuan dan mengalami Alzheimer. Agar tidak memberatkan anaknya, Dewa tinggal di panti jompo bersama istrinya. Raja dan Aisa melanjutkan berjuang dalam karirnya.

Keikhlasan, penerimaan, dan kekuatan cinta antar generasi sangat tergambar pada film ini. Sesuai dengan judulnya, peran sandwich generation sangat terlihat dari seorang ayah (Dewa) untuk ibunya dan anak-anaknya. Kerumitan finansial setelah terkena penipuan dan kondisi kesehatan menurun, dapat menjadi pembelajaran. Jangan mudah percaya dan panik. Persiapkan perencanaan keuangan sebelum mengambil keputusan, seperti menikah.

Inilah beragam kisah sandwich generation yang sangat menyentuh. Ada pembelajaran bertahan hidup di tengah peran berlapis dengan kerumitan finansial dan emosional.

Bagikan artikel ini