3 Film yang Memberi Pelajaran tentang Pentingnya Menjaga Keamanan Digital, Bikin Tegang Tapi Worth It!
Hiburan

3 Film yang Memberi Pelajaran tentang Pentingnya Menjaga Keamanan Digital, Bikin Tegang Tapi Worth It!

Adira Putri Aliffa17 kali dilihat

Beberapa film tentang keamanan digital di bawah ini akan mengajarkanmu agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, melindungi data pribadi, dan lebih peka dengan hal-hal janggal yang kamu temukan di internet. Berani tonton?

Belajar mengenai keamanan digital tidak selalu didapatkan dari kelas-kelas resmi, materi-materi akademik, atau cara-cara kaku lainnya. Ada banyak cara lain untuk belajar lebih dalam mengenai bidang ini sebagai bahan edukasi dan evaluasi diri. Salah satunya dengan menonton film. Terlepas dari apapun genre-nya, film selalu memiliki pesan-pesan tersirat yang hadir. Khususnya, dalam konteks ini di bidang keamanan digital. Selain dari jurnal, berita, dan konten di media sosial, film bisa menjadi medium edukasi tentang hal ini. Berikut adalah beberapa deretan film yang memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga keamanan digital.

  • Following (2024)

Bagaimana jadinya jika semua hal yang kamu kagumi dari seorang influencer ternyata hanya tipuan? Lalu, bagaimana juga jadinya jika semua kepalsuan itu ketahuan oleh seorang penguntit? Begitulah yang tercermin dalam film berjudul Following. Terdapat seorang influencer yang bernama “Han So Ra” dengan banyak pengikut di media sosialnya. Popularitas tersebut didapatkan karena kebutuhannya untuk mencari validasi dan pengakuan publik. Hal ini terjadi karena sebelumnya dia selalu diremehkan dan diabaikan oleh keluarganya. Kenyataan bahwa dia berhasil kabur dari rumah dan menemukan kebahagiaan lewat pengakuan banyak orang, ternyata membuatnya menjadi sosok yang penuh kompleksitas perasaan. Adanya plot twist dalam film ini tentang kepalsuan, kejahatan tidak terduga, manipulasi, dan lain sebagainya akan membuatmu belajar di bidang keamanan digital.

Dari film ini kamu akan belajar tentang bahaya dari sikap terlalu terobsesi berlebihan dengan seseorang sampai terus menguntit kehidupan pribadinya. Obsesi ini bisa saja mendatangkan malapetaka di kemudian hari yang tidak kamu sadari. Jika mengidolakan seseorang cukup sewajarnya dan dalam batasan sehat agar keamanan kedua belah pihak tetap terjaga. Selain itu dalam dunia digital juga penting untuk tidak berlebihan dalam membagikan segala sesuatu. Oversharing di media sosial akan berpotensi mengundang kejahatan yang tidak terduga. Selain itu, bersikap apa adanya di media sosial akan jauh lebih baik daripada terlalu memaksakan terlihat hebat atau menarik, tetapi hanya berupa kepalsuan semata. Ketenangan batin tidak akan kamu dapatkan jika tujuan menggunakan media sosial hanya untuk mencari validasi saja. 

  • Unlocked (2023)

Seorang penguntit ternyata tidak datang dari pengikut seorang influencer dengan banyak pengikut, tetapi juga dari orang asing yang menemukan ponsel. Hal ini dapat kamu buktikan di film Unlocked. Seorang pria psikopat menemukan sebuah ponsel yang jatuh di bus dan memutuskan untuk meretas serta melakukan kejahatan berencana kepada pemilik ponsel tersebut. Tindakan yang dilakukan awalnya sangat mulia, yakni ingin mengembalikan ponsel tersebut. Namun, sebelum itu, data dari ponsel sudah dicuri dan seluruh aktivitas pemilik sudah disadap dengan device kedua. Apalagi sang pemilik ponsel juga sering membagikan aktivitas di media sosial. Penguntit ini bahkan berniat untuk menjauhkan pemilik ponsel dengan orang-orang terdekatnya, memanipulasi informasi, bahkan berbuat celaka kepada mereka. Meskipun berakhir dengan penyelesaian yang dapat diterima, film ini tetap memberikan peringatan kepada semua pengguna media sosial atau perangkat elektronik.

Dari film ini, kamu akan belajar untuk lebih bijak sebelum memberikan informasi pribadi. Contohnya pada sebuah adegan tokoh utama yang memberikan kata sandi ponselnya untuk keperluan reparasi ponsel. Tanpa sadar sandi tersebut disalahgunakan. Tokoh utama dalam film pun juga sering membagikan aktivitasnya di akun media sosial kedua (second account) yang juga dimanfaatkan penjahat untuk menemukan data tambahan dalam melancarkan aksi kejahatannya. Setelah menonton film ini, kamu bisa lebih berhati-hati untuk menjaga keamanan akun dengan metode verifikasi dua langkah, tidak membagikan data personal kepada siapapun, tidak mudah mempercayai orang baru yang dikenal di internet, perlu peka dengan suara palsu hasil tiruan AI, dan masih banyak lagi. Intinya, film ini akan membuatmu lebih sadar agar lebih peka pada hal-hal janggal di sekitar.

  • Searching (2018)

Film Searching menceritakan tentang seorang ayah yang berusaha mencarinya anaknya lewat rekam jejak digital. Film asal Amerika ini memperlihatkan tentang seberapa berdampaknya dunia digital dalam penyimpanan dan penyebaran data seseorang. Anaknya ternyata terjebak dalam penipuan identitas (catfishing). Saat menonton film ini kamu akan sering diperlihatkan klik demi klik pada layar laptop, bunyi-bunyi digital yang sering terdengar, dan teka-teki yang bisa kamu pecahkan sendiri. Setiap kunci, setiap data, setiap gambar, setiap kata layaknya puzzle yang perlu kamu susun rapi untuk menemukan kesimpulan cerita. 

Sedikit berbeda dari dua film sebelumnya, film Searching ini menyoroti tentang hubungan orang tua dan anak. Khususnya peran orang tua dalam ikut memantau dan mengawasi kegiatan anak di dunia digital. Film ini banyak mengajarkan tentang pentingnya memberikan pengetahuan dan batasan tertentu bagi anak ketika mulai mengenal dunia digital. Tanpa peran orang tua, bisa saja seorang anak terjebak dalam kejahatan di dunia digital. Entah itu cyberbullying, love scam, bahkan sampai kejahatan yang berpotensi mengancam nyawa. 

Keamanan di dunia digital dapat diciptakan ketika adanya kesadaran untuk saling menjaga dan melindungi. Sebagai individu juga perlu untuk memperbanyak informasi mengenai perlindungan data pribadi dan lebih berhati-hati dalam menyebarkan sesuatu di dunia digital. Ketiga film di atas bukannya ingin membuatmu takut untuk terus menggunakan teknologi digital, tetapi hanya ingin memberitahu dampak-dampak yang bisa terjadi jika kamu melakukan kesalahan-kesalahan dari setiap tokohnya. Kamu bisa belajar dari kesalahan mereka dengan tidak melakukannya di dunia nyata. Lalu, jika menemukan kasus yang serupa pada orang sekitarmu, pastikan juga untuk memberikan edukasi dan bantuan agar mereka merasa aman. Pada akhirnya, dunia digital sama seperti lautan yang dalam. Ada banyak rahasia yang belum terungkap, badai yang bisa datang kapan saja, atau hewan-hewan laut yang buas. Kamu sebagai penyelam yang handal, jadilah berani dengan melindungi diri dan meningkatkan kemampuan agar lebih hati-hati, bukan berhenti menyelaminya. 

Bagikan artikel ini