Hati-hati Sebelum Scan, Kenali Ciri-ciri Kode QR Palsu Sebelum Bahaya dan Kerugian Menyapamu!
Keamanan Digital

Hati-hati Sebelum Scan, Kenali Ciri-ciri Kode QR Palsu Sebelum Bahaya dan Kerugian Menyapamu!

Adira Putri Aliffa1 kali dilihat

Kode QR terkadang dapat menjadi jebakan sebagai bentuk penipuan baru. Beberapa penipuan memanfaatkan kemudahan teknologi ini untuk merugikan banyak orang. Kenali dulu ciri-ciri dari QR palsu ini sebelum kamu jadi korban selanjutnya.

Quick Response Code (QR Code) seringkali digunakan untuk menunjang kemudahan dalam berbagai aktivitas manusia. Mulai dari mengakses informasi tertentu maupun untuk transaksi pembayaran atau dikenal juga dengan istilah Quick Response Indonesian Standard (QRIS). Sayangnya, kemudahan dalam melakukan transaksi melalui QRIS menjadi senjata baru bagi para penipu untuk melakukan modus kejahatan. Di Indonesia, penipuan terkait QR Code ini naik sekitar 160% dalam dua tahun terakhir. 

Kasus nyata ini pernah terjadi di beberapa kotak amal yang menyertakan QRIS di dalamnya. Namun, ternyata QRIS tersebut diarahkan ke rekening penipu, bukan rekening masjid tersebut. Beberapa orang iseng melakukan hal ini untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari segi finansial. Pada tahun 2023 lalu terdapat kasus QRIS palsu di Masjid Istiqlal. QRIS palsu tersebut sengaja ditempel oleh seorang pengunjung dalam memanfaatkan momen bersedekah di bulan Ramadan. Aksi tersebut dilakukan setelah pelaku melakukan salat dua rakaat lalu menempelkan stiker QRIS palsu seolah ingin bersedekah.

Selain itu juga terdapat QRIS palsu di sebuah rumah makan. Bukannya masuk ke rekening pemilik, malah masuk ke rekening orang lain. Kasus nyata terjadi pada tahun 2025 di sekitar kampus Telkom, sejumlah pedagang mendapati bahwa terdapat sosok asing yang menempelkan QRIS palsu dengan menimpa QRIS asli milik mereka. Beberapa pedagang mengalami kerugian sekitar Rp400.000 hingga Rp1.000.000 per warung. Tidak berhenti pada transaksi pembayaran saja, QR Code juga banyak disalahgunakan pada sebuah menu makanan, informasi perusahaan tertentu, atau apapun yang meminta informasi dari penggunanya. Misalnya memasukkan data personal yang tidak boleh dibagikan, kata sandi tertentu, detail rekening, maupun kode yang mengarahkan pada website mencurigakan. 

Maraknya penipuan ini dilatarbelakangi dengan kemudahan itu sendiri. Penipuan ini tidak perlu modal besar. Hanya perlu memanfaatkan keahlian teknologi, mencetak, lalu menyebarkannya. Target dari penipu pun seringkali tidak sadar dengan jenis penipuan ini karena kepercayaan sudah terbangun pada tempat kode tersebut ditempel. Kepercayaan inilah yang dimanfaatkan penipu untuk disalahgunakan demi kepentingan pribadinya. Maka dari itu, melihat masalah ini diperlukan kesadaran untuk mengenali ciri-ciri kode QR palsu sebagai berikut. 

Pertama, jika kamu menemukan stiker kode QR mencurigakan di tempat umum, misalnya restoran, rumah makan warung, pusat perbelanjaan dan lain-lain, coba sentuh dulu stiker tersebut. Stiker QR palsu bisa jadi berupa tempelan double dari stiker sebelumnya. Bisa juga tidak disertai keterangan resmi atau mungkin penggunaan nama keterangan yang berbeda dengan tokoh. Jika memang mencurigakan, coba pastikan kebenarannya kepada sang pemilik sebelum memutuskan untuk transfer. Sebelum mengirim, pastikan nama penerima sudah sesuai. Lalu, setelah mengirimnya, pastikan muncul notifikasi keberhasilan transaksi. Hal ini sangat perlu diperhatikan karena menurut survei tahun 2025, 65% pengguna pembayaran digital tidak melakukan verifikasi ini dan berpotensi terjebak pada QR palsu.

Ciri kedua, masih dalam konteks di tempat umum, kode QR palsu dapat ditandai dengan tidak adanya National Merchant ID (NMID) dan Terminal ID pada informasi akun penerima. Lalu, QRIS palsu juga ditandai dengan tidak adanya slogan “Satu QRIS untuk Semua” dan tidak adanya informasi kode National Number System (NNS) atau tanggal versi cetak pada kode tersebut. Semua data-data atau nomor-nomor di atas menjadi bukti kredibilitas dari sebuah kode. Pastikan bahwa keberadaannya asli dan tidak dimanipulasi ya. 

Ciri ketiga dari kode QR palsu terkadang bisa dikirim melalui pesan teks dari nomor yang mencurigakan. Biasanya ini terjadi dengan modus pengiriman hadiah, promo produk, atau tawaran spesial lainnya. Curigai pengirim dari nomor tidak resmi atau mungkin mengaku dari perusahaan tertentu. Pastikan dulu kebenaran asal sumber kode dan nama perusahaan. Biasanya para target dari penipu diminta untuk memberikan informasi-informasi pribadi. Jika kamu mendapatkan ini, hindari terlalu terburu-buru untuk melakukan scan. Namun, jika sudah terlanjur, pastikan informasi yang tertera setelah scan tidak mengarahkan pada pengisian data sensitif atau terlalu personal. 

Secara keseluruhan, tips agar tidak terjebak kode QR palsu ini baik dalam transaksi maupun saat ingin mengakses informasi terletak pada verifikasi fisik dan digital. Periksa stiker fisik jika kode tersebar di beberapa tempat umum. Pastikan stiker tersebut terpasang dengan baik, tidak double, dan terdapat keterangan resmi. Lalu, verifikasi digital juga perlu dilakukan dengan memastikan bahwa kode tersebut tidak mengarahkan pada situs tidak resmi atau hal-hal janggal lainnya. Sebelum berbuat lebih jauh, pastikan juga keaslian dan kesesuaian nama pada kode tersebut dengan pemiliknya. Intinya, jika ada sesuatu yang terasa janggal, segera tanyakan dan lakukan verifikasi lanjutan sebelum menciptakan kerugian berbagai pihak. 

Bagikan artikel ini