Dari Korban Penipuan Bisa jadi Pekerjaan, Tertarik Pilih Profesi sebagai Fraud Investigator?
Pemberdayaan Generasi Muda

Dari Korban Penipuan Bisa jadi Pekerjaan, Tertarik Pilih Profesi sebagai Fraud Investigator?

•Adira Putri Aliffa•5 views

Bagaimana jika amarah, rasa sakit, dan kerugian karena pernah menjadi korban penipuan kamu salurkan dengan berkontribusi dalam memecahkan kasus tersebut? Hal ini ternyata bisa kamu wujudkan dengan menjadi fraud investigator!

Seiring dengan banyaknya permasalahan yang terjadi di dunia digital, semakin banyak juga jenis pekerjaan baru untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya permasalahan tentang beragamnya jenis penipuan digital. Dilansir dari data statistik laman Patroli Siber, laporan tentang penipuan online memiliki persentase tertinggi dengan jumlah sebanyak 14496 laporan. Lalu, data dari Verihubs, kebanyakan penipuan digital mencapai kerugian finansial sebanyak Rp9,1 Triliun per Januari 2026. Angka ini tergolong tinggi dan menimbulkan kerugian lain dari banyak sisi. Di balik banyaknya fenomena penipuan ini terdapat peran yang membantu bernama fraud investigator, seorang profesional yang bertugas mendeteksi, menyelidiki, dan menganalisis fraud (kecurangan atau penipuan) yang merugikan perusahaan atau organisasi. Mulai dari melacak aliran dana, menganalisis pola transaksi, sampai mengumpulkan bukti apapun yang mendukung penyelidikan atas kasus penipuan. Sayangnya, tidak banyak orang yang tahu tentang profesi ini. Padahal bisa saja jika kamu pernah menjadi korban dari suatu penipuan, kamu bisa menyalurkan keresahan dan kemarahan dengan mendalami profesi ini. Siapa tahu dari pengalaman buruk yang pernah kamu alami, kamu bisa membantu banyak orang agar tidak merasakan pengalaman penipuan tersebut. 

Eksistensi dan Tanggung Jawab Fraud Investigator

Dari tahun ke tahun, profesi fraud investigator terus mengalami pertumbuhan dan peluang besar. Bahkan, dilansir dari Ec-Council University, pasar forensik digital secara global diproyeksikan akan tumbuh dari sekitar USD 14,85 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 31,74 miliar pada tahun 2030. Sehubungan dengan besarnya peluang tersebut, profesi fraud investigator tentunya memiliki andil sangat besar, tapi sayangnya orang yang memilih terjun dalam profesi ini masih sangat sedikit. Apalagi variasi penipuan digital semakin meresahkan, sehingga kebutuhan akan seseorang yang bisa menganalisis setiap pola penipuan sangat diperlukan agar kerugian tidak meluas. 

Tanggung jawab dari fraud investigator sendiri berfokus pada tugas inti, yakni melakukan investigasi secara mendalam terhadap aktivitas finansial mencurigakan, memberikan saran terhadap perusahaan tentang cara memperbaiki sistem pendeteksi penipuan, melatih atau mengedukasi staf dari suatu perusahaan untuk pencegahan penipuan, melakukan pengawasan lapangan jika ingin memecahkan suatu kasus penipuan, melakukan negosiasi dengan pihak terkait atas kerugian penipuan, sampai memberikan saran pengembangan teknologi pencegahan penipuan. 

Fraud investigator diharuskan memiliki kemampuan analisis dan komunikasi yang baik karena pekerjaannya seringkali menjadi saksi juga dalam pengadilan atas suatu kasus penipuan. Rasa tanggung jawab dan kejujuran juga perlu diperkuat karena pekerjaan mereka sangat berpengaruh besar kepada berbagai pihak. Jangan sampai setiap tindakan yang diambil justru menimbulkan kerugian lainnya. Dari segi latar belakang pendidikan, profesi ini sebenarnya tidak selalu menargetkan dari jurusan tertentu. Meskipun banyak juga yang datang dari jurusan terkait seperti teknik komputer, keamanan siber, atau jurusan spesifik lain tentang keamanan digital. Sebenarnya, semua orang berhak mengambil peluang asalkan memiliki kemampuan atau sertifikasi  untuk meningkatkan kredibilitas. Seperti yang dilansir dari Investopedia, fraud investigator yang memiliki sertifikat Certified Fraud Examiner (CFE) cenderung berpeluang besar dan memiliki penghasilan lebih tinggi 34% lebih tinggi daripada rekan lain tanpa sertifikat. 

Peluang Karier yang Semakin Luas dan Menjanjikan 

Profesi fraud investigator ini mulai tersebar di berbagai sektor seperti lembaga penegakan hukum, institusi finansial, lembaga pemerintah, sama korporat pada umumnya. Di Indonesia sendiri, posisi ini sangat dibutuhkan yang dibuktikan dengan kenyataan tentang meluasnya ekspansi perusahaan SEON Technologies dalam mencegah deteksi fraud. Kabar ini tentunya menjadi angin segar bagi siapapun yang ingin mendalami profesi ini. Apalagi dikarenakan posisinya selalu relevan di berbagai industri, fraud investigator ini sangat mustahil jika tergerus oleh resesi. Justru ketidakpastian dan dinamisme dunia menjadi bahan bakar kuat bagi profesi ini untuk terus menganalisis pola-pola penipuan yang nantinya akan tercipta serta berpikir bagaimana cara mengatasinya. 

Dilihat dari segi pendapatan, profesi ini memeroleh gaji yang sangat menjanjikan. Dirangkum dari Audithink, untuk posisi entry level memiliki rentang gaji dari Rp6.000.000 – Rp9.000.000/bulan, mid-level ada pada rentang Rp10.000.000 – Rp18.000.000/bulan, dan untuk senior-level mencapai rentang Rp20.000.000 – Rp35.000.000/bulan. Tinggi rendahnya gaji dipengaruhi oleh sertifikasi, pengalaman, kompleksitas kerja, dan lokasi penempatan. Sejauh ini, apakah kamu sudah tertarik dengan profesi ini? Siapa tahu dengan menggeluti bidang ini, kamu bisa menemukan pelaku di balik nomor asing yang pernah menipumu dulu, memecahkan kasus penipuan yang menjerat banyak korban, dan pada akhirnya kamu bisa menjadi pahlawan untuk lebih banyak orang. 

Share this article